Bulukumba,Simakmedia.com– Kegiatan lomba yoker yang digelar di Dusun Sakui Kui, Desa Caramming, Kecamatan Bontotiro, Senin (27/07/2026), kini berbuntut panjang. Bukan sekadar ajang hiburan, kegiatan tersebut justru memicu polemik serius setelah salah satu peserta menjadi viral di media sosial.
Seorang warga Lingkungan Pattinoang, Kelurahan Tanuntung, Kecamatan Herlang, dikabarkan akan menempuh jalur hukum usai foto dan narasi tentang dirinya tersebar luas melalui akun Facebook milik Dewi Kasrini.
Dalam unggahan yang kini ramai diperbincangkan, terdapat kalimat yang dianggap menyudutkan dan memicu persepsi negatif di tengah masyarakat. Salah satu kutipan yang viral berbunyi:
“Viralkan guess.. Tanda2i wajahx ini orang dapat emas baru tidak massolok.. dia bohong… berarti di sini yang amplop kosong…”
Narasi tersebut dinilai mengandung tudingan dan membangun opini publik tanpa dasar yang jelas, sehingga memperkeruh situasi dan berpotensi mencemarkan nama baik pihak yang ditampilkan.
Alih-alih menjadi hiburan, peristiwa ini justru memperlihatkan bagaimana media sosial dapat berubah menjadi alat penghakiman publik. Penyebaran foto tanpa izin yang disertai opini sepihak menjadi sorotan serius, terutama jika berdampak pada kehormatan seseorang.
Korban, Susianti, menegaskan bahwa dirinya merasa dirugikan dan tidak akan tinggal diam. Ia memastikan akan melaporkan kasus ini ke Polres Bulukumba.
“Insya Allah besok saya akan ke Polres Bulukumba untuk melaporkan. Kami merasa dirugikan dan nama baik saya sudah dicemarkan, apalagi ini sudah viral ke mana-mana,” ujar Susianti saat dikonfirmasi, Rabu (29/07/2026).
Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa ruang digital bukanlah wilayah tanpa hukum. Setiap unggahan memiliki konsekuensi, terlebih jika memuat identitas seseorang disertai narasi yang berpotensi merugikan.
Publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum dalam menangani kasus ini, sekaligus menjadi ujian apakah hukum mampu berdiri di atas derasnya arus viralitas.
Hingga berita ini diturunkan, pemilik akun Facebook yang diduga sebagai sumber unggahan belum memberikan klarifikasi resmi terkait konten yang telah beredar luas tersebut.
Penulis : AS
