Potensi Retribusi Bulukumba ratusan juta Hilang Setiap Tahun

SimakMedia.Com, BULUKUMBA – Potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir di Kota Bulukumba dinilai masih bocor besar. Hasil pantauan di lapangan menunjukkan banyak rumah makan, toko dan cafe modern yang tidak memiliki lahan parkir memadai. Belum lagi kawasan wisata Pantai Merpati yang masih didominasi juru parkir liar tanpa karcis resmi.

Berdasarkan Perda Bulukumba tentang Penyelenggaraan Parkir, setiap usaha yang berpotensi menimbulkan keramaian kendaraan wajib menyediakan lahan parkir di dalam area usahanya.

Namun faktanya berbeda. Sejumlah rumah makan, toko dan cafe modern di pusat kota, terlihat memarkirkan kendaraan pelanggan di badan jalan. Akibatnya, bahu jalan menyempit dan rawan kemacetan.

“Banyak potensi pendapatan daerah dalam Kota Bulukumba, khususnya rumah makan, toko dan cafe modern yang tak punya lahan parkir. Seharusnya ini jadi perhatian Pemda agar aturannya ditegakkan,” ujar Aktivis Andi Saiful.

Kondisi serupa terjadi di Pantai Merpati, salah satu ikon wisata Bulukumba. Pantauan menunjukkan aktivitas parkir kendaraan pengunjung masih ada yang dikelola juru parkir liar tanpa menggunakan karcis retribusi resmi dari Pemda.

Padahal, jika dikelola profesional dengan tarif resmi, retribusi parkir Pantai Merpati saja bisa menjadi sumber PAD yang signifikan untuk perawatan dan kebersihan pantai.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Perhubungan dan Bapenda Kabupaten Bulukumba terkait penertiban parkir di titik-titik usaha dan kawasan wisata tersebut.

Andi Saiful berharap Pemkab Bulukumba segera melakukan 3 hal: *Tegakkan Perda, Audit parkir usaha, dan Tertibkan Pantai Merpati* dengan parkir resmi ber-SK.

“Saya berharap dinas terkait segera menindak lanjuti atas saran dan masukan dari kami,demi untuk bulukumba yang lebih maju,” tutup Andi Saiful.

Penerbit : Edi aswar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *