SimakMedia.Com, Makassar 16 November 2025– Ketua Umum Laskar The Iwan menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat terkait sengketa lahan antara Lippo Group dan Kalla Group di Tanjung Bunga, Makassar. Ia menekankan agar semua pihak menahan diri dari segala bentuk provokasi yang dapat memicu konflik bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Dalam konferensi pers yang digelar hari ini, Iwan menyatakan keprihatinannya atas munculnya oknum-oknum yang mencoba memanfaatkan situasi dengan melontarkan pernyataan yang berpotensi memecah belah masyarakat. Ia mengingatkan bahwa sengketa lahan ini adalah masalah hukum yang harus diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku.
“Kita harus cerdas dan tidak mudah terprovokasi. Jangan biarkan ada pihak yang menunggangi isu SARA untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” tegas Iwan Bongkar.
Menyinggung nilai-nilai budaya lokal, Iwan Bongkar mengingatkan tentang pentingnya menjaga kehormatan dan harga diri (Siri’ na Pacce) tanpa harus merugikan pihak lain. Ia juga mengecam tindakan mereka yang rela menjadi “antek” demi membela sesuatu yang bukan haknya, atau seolah ingin menyampaikan ke publik bahwa jika bukan darah bugis maka haknya bisa di rampas….? Ini kecelakaan berfikir tambah Iwan Bongkar.
The Iwan mengajak seluru elemen masyarakat untuk mempercayakan penyelesaian sengketa ini kepada lembaga peradilan. Ia juga mengingatkan bahwa negara menjamin hak setiap warga negara untuk mencari keadilan melalui jalur hukum yang sah. “Jika ada yang merasa haknya dilanggar, jangan main hakim sendiri.Salurkan aspirasi melalui mekanisme hukum yang ada,” pesan Iwan.
Di akhir pernyataannya, Iwan Bongkar menegaskan bahwa semua warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama di hadapan hukum, tanpa memandang perbedaan latar belakang. Ia berharap masyarakat dapat bersatu padu menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Makassar. “Mari kita jaga Makassar agar tetap aman dan damai. Jangan biarkan isu SARA merusak persaudaraan kita,” tutup Iwan.
Imbauan Laskar The Iwan ini diharapkan dapat memberikan pencerahan dan menenangkan situasi yang sempat memanas akibat sengketa lahan di Tanjung Bunga.
