Wabup Bulukumba Resmikan SPPG Ujung Bulu Loka 002, Yayasan Gizitama: Menuju Generasi Emas dan Cerdas

BULUKUMBA, Simakmedia.com – Pemerintah Kabupaten Bulukumba bersama Yayasan Gizitama Sehati Harmonis resmi meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujung Bulu Loka #002, Senin (4/5/2026). Peresmian ini mengusung tema “Menuju Generasi Emas dan Cerdas”.

SPPG Ujung Bulu Loka #002 diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Bulukumba, H. Andi Edy Manaf. Acara launching digelar meriah dan dihadiri jajaran pengurus yayasan, tokoh masyarakat, serta calon penerima manfaat program.

Ketua Yayasan Gizitama Sehati Harmonis, Syahwan Ma’arif, S.E., dalam sambutannya mengungkapkan SPPG Loka #002 ini menjadi unit layanan ke-33 di Kabupaten Bulukumba.

“SPPG ini dibangun dengan proses yang panjang sampai akhirnya hari ini dibuka dan semoga bisa bermanfaat bagi generasi muda dan masyarakat penerima manfaat,” ujar Syahwan yang juga menjabat sebagai Ketua IKA SMPN 1 Bulukumba.

SPPG Ujung Bulu Loka #002 didirikan untuk mempercepat penanganan masalah gizi di wilayah Ujung Bulu. Layanan yang diberikan meliputi pemberian makanan tambahan, edukasi gizi untuk ibu hamil dan menyusui, serta pemantauan tumbuh kembang balita.

Yayasan Gizitama Sehati Harmonis menargetkan SPPG ini menjadi garda terdepan mencetak “generasi emas dan cerdas” sesuai tema peresmian. Sasaran utama penerima manfaat adalah balita , dan lansia .

Sementara itu Wabup H. Andi Edy Manaf dalam sambutannya mengapresiasi langkah Yayasan Gizitama yang konsisten membangun SPPG di Bulukumba.

“Saya berharap SPPG ini bisa bermanfaat bagi masyarakat penerima manfaat dan semoga bisa berkontribusi bagi daerah,” ujar Andi Edy Manaf.

Ia meminta pengelola SPPG Loka #002 bekerja profesional, transparan, dan tepat sasaran. “Pastikan yang dapat bantuan memang yang butuh. Jangan sampai salah sasaran. Ini amanah,” tegas Wabup, Andi Edy Manaf.

Syahwan Ma’arif memastikan seluruh SPPG di bawah Yayasan Gizitama Sehati Harmonis menerapkan standar pelayanan gizi nasional. Mulai dari dapur sehat, ahli gizi bersertifikat, hingga pelaporan digital ke Dinas Kesehatan.

“Target kita bukan hanya bagi makanan, tapi edukasi. Ibunya paham gizi, anaknya tumbuh sehat. Itu baru generasi emas,” tutup Syahwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *